Ada sebuah kerajaan yang dikelilingi hutan Batu Putih, hiduplah seorang putri bernama Clara yang sangat senang sekali menjelajah Batu Putih. suatu hari saat berjalan di taman belakang istana ia bertemu dengan seekor kelinci berbulu hitam putih yang memakai kalung permata putih. Kelinci itu tidak melompat ketakutan melainkan hormat dan berbicara menggunakan bahasa manusia. Kelinci ajaib itu bernama Lufa dan bertugas menjaga bunga bulan yang mekar 1000 tahun sekali.
Lufa meminta bantuan kepada putri Clara karena kebun bunga bulan sedang dalam bahaya akibat sihir kegelapan penyihir Batu Putih. Putri Clara yang pemberani pun setuju dan mengikuti Lufa masuk lebih dalam ke Batu Putih. Di sana pepohonan bisa bernyanyi dan mengalirkan air berwarna-warni. Mereka melewati rintangan berupa jembatan ilusi dan teka-teki dari peri penjaga Batu Putih berhasil dipecahkan berkat petunjuk Lufa.
Sesampainya di tengah kebun, mereka melihat bunga bulan hampir layu karena tertutup kabut. Putri Clara teringat pesan ibunya bahwa kebaikan bisa mengalahkan sihir apapun. dengan penuh rasa kasih sayang sang putri Clara menyanyikan lagu pengantar tidur yang sangat lembut sambil memegang bunga tersebut. Sementara Lufa yang sangat sayang sekali terhadap bunga bulannya akhirnya mencari cahayanya demi bunga yang sangat disayanginya.
Sebagai rasa terima kasih Lufa memberikan permata dari kalungnya kepada putri Clara yang kemudian berubah menjadi mahkota bunga kecil yang tidak pernah layu. Hutan Batu Putih kembali damai dan putri Clara belajar bahwa persahabatan dengan makhluk ajaib membawa keajaiban sendiri. Sejak hari itu putri Clara dan Lufa sering bertemu di taman dan sering berbagi cerita tentang petualangan ajaib di Batu Putih.
