Kemajuan teknologi membuat komunikasi menjadi lebih mudah dan cepat. Media sosial kini menjadi ruang bagi semua orang untuk mengkspresikan diri, berintraksi, dan berbagai informasi. Namun, di balik manfaat positif tersebut, muncul masalah baru yang mengkhawatirkan, yaitu cyberbullying atau perundungan di dunia maya. Cyberbullying bukan sekedar candaan biasa, melainkan perilaku menyakiti orang lewat komentar kasar, ejekan, ancaman, hingga penyebaran foto atau informasi pribadi tanpa izin. Fenomena ini sudah menyebar luas, terutama di kalangan remaja dan menimbulkan dampak yang serius
Cyberbullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Ada yang berupa hinaan atau komentar negatif di sosial media, ada pula yang di lakukan melalui pesan pribadi, bahkan ada yang sengaja membuat akun palsu untuk mempermudah permalukan orang lain, perilaku seperti ini bukan hanya menyakitkan, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Banyak korban cyberbullying merasa takut, cemas, minder, kehilangan semangat belajar.
Data unicef menyebutkan bahwa 1 dan 3 remaja di dunia pernah mengalami cyberbullying. Angka ini menunjukan bahwa masalah ini bukan hal kecil. Melainkan ancaman serius bagi generasi muda. Efek yang di timbukan pun sangat bahaya. korban bisa mengalami depresi, gangguan kesehatan mental, penurunan prestasi sekolah, dan dalam kasus yang ekstrim, bahkan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Penggunaan internet harus lebih bijak dalam bersosial media, Lingkungan perlu mendukung korban agar mereka tidak merasa sendirian, dan Platfrom media sosial harus memperketat aturan, menyediakan fitur laporan (raport).
Cyberbullying adalah masalah serius yang harus segera di hentikan. Jangan biarkan komentar buruk atau perilaku tidak bertangung jawab merusak hidup orang lain. Kita semua punya peran penting dalam menciptakan dunia digital yang positig, ramah dan penuh empati.
Mari bersama-sama berkata tidak untuk cyberbullying dan di mulai dari diri sendiri untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
